Satu Modal Pertama untuk Menulis

Menulis karya ilmiah bagi sebagian orang menjadi kebiasaan yang terpola. Mereka membuatnya tanpa beban berarti. Tulisannya mengalir lancar dan enak dibaca. Walaupun, penuh dengan istilah teknis ilmiah. Bagi sebagian orang lagi membuat karya ilmiah, bahkan, menjadi candu. Mereka menikmati di dalam proses itu. Mereka akan merasa ada yang kurang bila beberapa minggu tidak menulis karya ilmiah. Namun, bagi sebagian lainnya hal itu menjadi hantu. Perasaan tersiksa, cemas, dan bingung bercampur menjadi satu. Akhirnya banyak dari pihak yang disebut belakangan ini tidak menulis apa pun. Padahal kerugian psikologis sudah diderita dan pihak yang menginginkan tulisan itu dibuat olehnya menjadi kecewa.

Dua pihak yang berseberangan ketika harus menulis karya ilmiah itu sama-sama dituntut. Tetapi, di satu pihak, karya ilmiah menjadi pekerjaan yang ringan. Di pihak yang lain, hal tersebut menjadi beban. Apa rahasianya? Tentu jawabannya akan menjadi panjang dan lebar. Untuk kesempatan kali ini cukuplah disampaikan satu hal saja dulu: satu modal awal.

Satu modal dari beberapa modal menulis karya ilmiah yang memadai itu adalah membaca. Inilah modal yang pertama saat orang harus menulis. Di dalam bacaan terkandung informasi penting yang dapat dipergunakan untuk bahan tulisan. Semakin banyak tulisan yang dibaca, baik berupa buku, makalah, surat kabar, majalah, ataupun jurnal ilmiah akan semakin berguna sebagai modal menulis. Menulis tanpa membaca (banyak) akan menghasilkan tulisan yang kering atau dangkal.

Terlebih lagi tulisan ilmiah. Membaca menjadi keharusan yang tak mungkin dielakkan. Bagaimana mungkin seseorang yang mau menulis tentang penjelasan sebuah fenomena tanpa membaca ulasan-ulasan atau teori-teori yang melandasinya? Bacaan yang dimaksud adalah bacaan yang sejenis dengan topik yang akan dituliskan. Tujuannya, agar tulisan yang akan dibuat selangkah di depan daripada tulisan terdahulu.

Mungkin terlintas sebuah pertanyaan, seberapa banyak bacaan, misalnya buku dan jurnal, yang dirasa memadai untuk modal menulis sebuah karya ilmiah? Sejauh ini belum ada patokan yang pasti. Yang jelas dari bacaan itu di bagian akhir (bibliografi atau daftar pustaka) tercantum beberapa. Kita dapat melacaknya untuk dibaca. Begitu seterusnya sampai kira-kira didapatkan gambaran yang jelas tentang topik yang mau kita tulis. Di sebuah perguruan tinggi ada seorang dosen yang menugaskan mahasiswa untuk membaca 200 buku yang berhubungan dengan topik proposal tesis yang akan ditulisnya. Di perguruan tinggi lain, seorang dosen memerintahkan mahasiswa untuk membaca jurnal terbaru sejumlah 20 artikel, selain memerintahkan mahasiswa untuk membaca buku.

Membaca referensi untuk digunakan sebagai modal menulis menyita waktu tersendiri sebelum menulis. Oleh sebab itu, penulis-penulis andal telah membekali diri dengan membaca sejak kecil. Mereka membaca apa saja pada mulanya. Komik, koran bekas, majalah kiloan, buku loakan menjadi santapan sehari-hari. Mungkin awalnya terasa berat pekerjaan membaca itu. Seiring dengan berjalannya waktu, membaca menjadi aktivitas yang dibutuhkan.

Kini aktivitas membaca telah sangat banyak terbantu dengan temuan-temuan para ahli bahasa tentang membaca cepat. Informasi yang beredar saat ini telah berkelipatan ganda dibandingkan beberapa dekade yang lalu. Untuk itu diperlukan percepatan membaca. Kita dapat menemukan kiat-kiat membaca cepat di internet. Memang, dengan munculnya aktivitas membaca menjadi habit akan dapat menyebabkan kita menjadi kutu buku. Banyak waktu dihabiskan untuk membaca buku. Namun hasil yang didapat dari membaca akan sepadan dengan waktu yang terbuang itu. Tak ada penulis andal yang tidak banyak membaca. Dan, lebih baik menjadi kutu buku daripada mati kutu di dalam abad informasi sekarang ini.*****

Posted on 26/03/2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: