HYENA

Hyena Tutul. Rahangnya termasuk yang paling kuat di antara karnivora

KARAKTERISTIK FISIK:
Dubuk atau hyena adalah hewan yang menduduki posisi atas rantai makanan di habitatnya. Hyena tutul atau spotted hyena (juga disebut hyena tertawa) adalah yang terbesar dari jenis-jenis hyena. Disebut hyena tertawa karena suara-suara mereka mirip manusia yang tertawa. Mereka memiliki tubuh yang kuat dengan kepala besar, rahang kuat, dan telinga bulat. Leher mereka bersurai hingga ke bawah lereng punggung belakang mengecil. Seratus delapan puluh pound atau 90 kg adalah berat maksimum mereka. Betina lebih besar daripada laki-laki.

Warna bulunya bervariasi tetapi biasanya cokelat, kuning atau abu-abu, dengan bintik hitam banyak. Kadang-kadang moncong dan kaki belakang berwarna hitam dan ekor kaki-panjang memiliki bercak hitam.
Organ seks eksternal mereka sangat mirip dalam penampilan bahwa mereka semua tampaknya laki-laki.

DISTRIBUSI:
Hyena tutul hidup di Afrika selatan Sahara kecuali di daerah hutan yang padat dan di ujung selatan benua. Mereka lebih memilih padang rumput terbuka dan sabana.

PERILAKU:
Hyena tutul mudah beradaptasi. Mereka umumnya malam hari, tetapi kadang-kadang aktif di siang hari. Mereka berdua pemulung dan pemburu sengit karena tuntutan situasi.
Jarang soliter, mereka biasanya hidup berkelompok, berburu dan makan dalam kelompok sebanyak 50 ekor. Mereka adalah hewan berisik, mampu membuat berbagai macam vokalisasi. Derai tawa keras mereka biasanya menunjukkan perburuan yang sukses.
Hyena juga berkomunikasi dengan postur tubuh dan dengan aroma menandai. Kelenjar dubur mengeluarkan zat yang disebarkan di batang rumput.

DIET:
Hyena tutul makan hampir apa saja, mereka adalah pemulung bangkai yang efisien dan daging segar. Mereka sering mengikuti migrasi kawanan herbivora besar, makan bangkai jika tersedia. Bila perlu, mereka berburu dalam kawanan, membunuh hewan besar seperti zebra. Rahang dan gigi yang sangat kuat memungkinkan mereka untuk meremukkan tulang yang besar. Tulang dan sumsum tulang adalah bagian terbesar dari makanan mereka.

REPRODUKSI dan PERTUMBUHAN:
Selama periode pacaran dan kawin mereka habiskan dalam kelompok besar yang cukup bising. Satu atau dua hyena muda (jarang tiga) lahir setelah kehamilan 110 hari dalam liang bawah tanah.
Bayi lahir dengan mata terbuka dan dengan gigi taring dan gigi seri sudah terpotong. Induk hyena yang menyusui sering membesarkan anak dalam pengasuhan komunal. Para hyena muda itu dirawat selama sekitar 18 bulan, dan secara seksual menjadi dewasa setelah dua atau tiga tahun. Hyena tutul dapat hidup selama 40 tahun di penangkaran, dan 25 tahun di alam liar.

SUMBER: HONOLULUZOO.ORG

Posted on 18/04/2012, in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: